assalamualaikum...
bedry nyer sy d sini....
eh2 ! sala plak..
haha...
ary niy aq cyte psl islamic cket...
cewahhh~ ! haha !
cpt laa cyte !
ek eleh... sat laa.... ceQ taw laa ceQ pnya cyta gEmpaK !
HAHA !
tj0k nyerr ialah....
Secara umum nya berjabat tangan sesame muslim d peb0le an.Bahkan cngt d anj0 an.Terutama nya ketike mereke saleng betemu.Seperti telihat pde hadis berik0t ini
Dari AL Barra ibnu Azib r.a, bahwa Nabi SAW bersabda:Apabile 2 0wg muslim besua,lalu kedue nya bejabat tngn,memuji kpd ALLAH dan memoh0n ampunanNya, maka kedue nya diampuni (HR. Abu Daud dan Ibnu Sunni).
Akan tetapi hal ini b0le bebeze ketike yg bejabat tngn adala 0WG YG BEBEZE JENIZ ALAT KELAMIN.Terutama nya yg bkn muhrim.Pada umum nya ulama mngharamkan besentuhan kulit antre lelaki n wanita yg bkn mahram itu terms0k
bejabat tangan.Temas0k jga d haramkan unt0k sleng bepegangan,bergandengan,berpel0kkan dan ciuman serte hal2 sejeniz nya.
Para ulama jumhur temas0k keempat imam mazhab umumnya mngatakan bhwe sntuhan kulit antre laki2 n wanita yg bkn mahram hukum nya haram.Mereka mendasarkan pendapatnya itu pada banyak dalil, baik yang bersifat naqli atau pun yang aqli.
Diantre yg sering d kemukakan antre laen adala dalil-dalil yg berikut ini:
1-Menutuppintu fitnah (saddudz-dzari`ah) dalil yg tekuat dlm pngharaman sntuhan kulit antre laki2 n wanita yg bkn mahram adala mnut0p pintu fitnah (saddudz-dzari`ah) dan alasan ini dapat diterima tanpa ragu-ragu lagi ketika syahwat tergerak, atau karena takut fitnah bila telah tampak tanda-tandanya.
2-Hadis Rasulullah SAW Dari Ma`qil bin Yasar dari Nabi saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR Thabrani dan Baihaqi)
3-Rasulullah SAW tidak menjabat tangan perempuan ketika bai`at Mereka juga mendasarkan haramnya bersalaman atau bersentuhan kulit antara laki-laki dan wanita yang bukan mahram dengan praktik Rasulullah SAW yang tidak menjabat tangan wanita saat melakukan bai'at 'aqabah. Dari asy-Sya`bi bahwa Nabi SAW ketika membai`at kaum wanita beliau membawa kain selimut bergaris dari Qatar lalu beliau meletakkannya di atas tangan beliau, seraya berkata, "Aku tidak berjabat dengan wanita." (HR Abu Daud dalam al-Marasil) Aisyah berkata, "Maka barangsiapa di antara wanita-wanita beriman itu yang menerima syarat tersebut, Rasulullah saw. berkata kepadanya, `Aku telah membai`at mu - dengan perkataan saja - dan demi Allah tangan beliau sama sekali tidak menyentuh tangan wanita dalam bai`at itu beliau tidak membai`at mereka melainkan dengan mengucapkan, "Aku telah membai`at mu tentang hal itu." .
Dan masih banyak lagi dalil-dalil lainnya yang intinya mengharamkan hal tersebut. Sementara itu ada juga sebagian pendapat yang membolehkannya, dengan alasan tertentu.